7 Novel Klasik Indonesia yang Wajib Dibaca Minimal Sekali dalam Seumur Hidup

Indonesia memiliki banyak karya sastra yang sangat kaya dan bermakna. Dari sekian banyak karya sastra Indonesia, terdapat beberapa karya yang dianggap sebagai karya sastra klasik dan wajib dibaca minimal sekali dalam seumur hidup. Berikut adalah 7 novel klasik Indonesia yang wajib dibaca minimal sekali dalam seumur hidup:
1."Sitti Nurbaya" karya Marah Rusli
Novel ini diterbitkan pada tahun 1922 dan menjadi salah satu karya sastra Indonesia paling terkenal. Novel ini menceritakan kisah tragis cinta antara Sitti Nurbaya dan Samsul Bahri yang terhalang oleh perbedaan status sosial. Novel ini berhasil menggambarkan kehidupan masyarakat Minangkabau pada masa itu dan menjadi wakil dari perjuangan perempuan dalam masyarakat patriarki.
2. "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata
Novel ini diterbitkan pada tahun 2005 dan menjadi salah satu novel terlaris di Indonesia. Novel ini mengisahkan kisah sekelompok siswa dari sebuah sekolah kecil di Belitung yang terus berjuang untuk meraih cita-cita mereka. Novel ini berhasil menginspirasi banyak orang untuk mengejar impian mereka dan memperjuangkan pendidikan yang lebih baik.
3. "Di Bawah Lindungan Ka'bah" karya Hamka
Novel ini diterbitkan pada tahun 1938 dan menceritakan kisah cinta antara Zainuddin dan Hayati. Novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat Minangkabau dan banyak menghadirkan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang relevan hingga saat ini.
4. "Ronggeng Dukuh Paruk" karya Ahmad Tohari
Novel ini diterbitkan pada tahun 1982 dan menjadi salah satu novel Indonesia paling terkenal. Novel ini menceritakan kisah seorang ronggeng yang terpaksa melakukan banyak pengorbanan untuk menjalankan tugasnya sebagai penari ronggeng. Novel ini berhasil memenangkan banyak penghargaan dan diadaptasi menjadi film yang sukses.
5. "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer
Novel ini diterbitkan pada tahun 1980 dan mengisahkan kehidupan seorang priyayi bernama Minke pada masa penjajahan Belanda. Novel ini menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu dan berhasil menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.
6. "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal sebagai Hamka
Novel ini diterbitkan pada tahun 1939 dan menceritakan kisah cinta tragis antara Zainuddin dan Hayati yang terhalang oleh perbedaan agama. Novel ini menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Minangkabau pada masa itu dan berhasil menghadirkan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang kuat.
7. "Salah Asuhan" karya Abdoel Moeis
Novel ini mengisahkan kisah seorang pemuda bernama Sastro Darsono yang dianggap "salah asuhan" oleh masyarakat karena gaya hidupnya yang dianggap tidak sopan. Novel ini dianggap sebagai karya sastra Indonesia klasik yang sangat penting dan berhasil menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu.
Komentar
Posting Komentar